Alumni MI NU 25 Curugsewu dakwah melalui seni

MI NU 25 Curugsewu berdiri tahun 1963. Pendirinya adalah Mbah Ikhsan Sampuri bin Beber. Setelah pulang dari pondok Kedungasri, Gemuh Kendal, mbah Sampuri-demikian panggilan akrabnya merasa prihatin terhadap kondisi lingkungan, dan berharap ada sekolah islam, dan berdirilah MWB (Madrasah Wajib Belajar).

Di usia 60 tahun, MI NU 25 Curugsewu saat ini dipercaya oleh masyarakat dengan jumlah siswa 410 anak, 19 guru dan tenaga pendidik, dan 7 driver angkutan siswa. “Anak saya disini kelas 3, sebenarnya jauh, tapi biar anak saya bisa ngaji, tahlilan dan baik akhlaknya ya ndak apa kalau antar jemput setiap hari” begitu kata mbak Yessi.

Satu hal yang menarik, saat pengajian di salah satu kampung, penulis secara tidak langsung berjumpa dengan alumni MI NU 25 Curugsewu. Namanya Rina Kurniasih, dan Rofik. Mereka adalah pelaku seni yang tergabung dalam grup kasidah modern Ronita. Grup mereka diundang untuk memeriahkan acara pengajian.

“Ga nyangka aja si mas, dari iseng jadi suka, eh sekarang malah jadi kerjaan, he” Begitu kata Rina. “Saya masih ingat, dulu yang ngajari saya nyanyi pak makruf, katanya kamu punya bakat nyanyi rin, besok latihan, ta ajak di pengajian biar punya mental dipanggung, sekarang malah manggung terus” Tambahnya.

Berbeda dari Rina, Rofik sang keyboardis menyampaikan “waktu sekolah di MI, saya ikut drum band, dapat jatah pianika, sekarang malah ngamen mas. Tapi saya syukuri, setidaknya yang saya lakukan ada bermanfaat untuk orang lain, dakwah kan ga harus jadi kyai mas, tukang orkes juga bisa, dakwah melalui seni, bonusnya menghibur”.

MI NU 25 Curugsewu sudah mencetak ribuan alumni. Dengan profesi dan pekerjaan yang beragam tentunya, semoga selalu mengingat apa kata gurunya dulu, “jika pekerjaanmu petani, maka jadilah petani yang baik, jika pengusaha, jadilah pengusaha yang baik, jika pejabat, jadilah pejabat yang baik”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *